Other Things – More Than Noise Conspiracy

Cover Other Things“Sepak terjang dan sebuah ketidak-warasan”

Kegiatan sebagai rumah produksi musik, dan suara yang didirikan oleh Aghi Narottama, sangat kenyang dengan pengalaman artistisk dan estetik yang beraneka ragam. Hampir kurang lebih diatas 50% tatanan musik dan suara film Indonesia digarapnya bersama kawan-kawan ‘Rooftopsound’ sebagai rumah besarnya. Sama dengan perihal kegiatan label musik, rooftopsoundrecs ada Ronal Surapradja bersama kawan-kawanya dalam beberapa kurun waktu terakhir terlihat bergerak ekspresif. Dimana “genre” sebagai medium menjadi bebas, menjadi tanggungan bersama. Bukanlah sebuah eksklusifitas lagi, terlepas bergerak bebas dari “genre” musik terlihat sangat mencair dan lebih berkarakter, melihat latar belakang mereka lahir dari kalangan penikmat, dan pemerhati musik yang mempunyai kacamata lain. Mereka yang dimaksud adalah Aghi dan Ronal, jika diperhatikan dari rilisan awal perjalanan ‘Rooftopsoundrecs’ atau keseluruhannya menjadi petunjuk tentang keadaan dan pergulatan. Seperti halnya disebutkan sebelumnya, petunjuk tersebut menjadi gerak-bebas, musik sebagai medium bergerak ke medium lain, menjelaskan pluralisme mengenai keadaan sekarang yang kontemporer.

Mengenai ‘Other Things’

Diluar kebiasaan mereka sebelumnya, jika diperhatikan dari rilisan-rilisan sebelumnya,  Sore, Fonticello, Alvin Witarsa Project, dan beberapa lainnya, sejak rilisan terakhir ‘Nothing Perfect Noise’ milk Seek Six Sick, eksklusifitas yang kahaf lebih dibuat mencair, posisi sebagai label musik dan studio dibiarkan lebih artistik, namun tidak menghilangkan benang merah ‘rooftopsoundrecs’ yang mengerjakan dalam medium musik sebagai yang paling dekat dan digemari, seperti sedang mengenang dan melakukan refleksi atas segala hal lebih mendalam. 

Lima band yang terlibat dalam proyek kompilasi ini tampak lebih diluar kebiasaan, dari pemilihan keterlibatan band, materi, cara kerja, hingga bentuk seperti apa, tidak bisa dijamah jika kita tidak menilik satu-persatu. Proses cara berpikir gerak-bebas mereka sebagai label musik terbilang menjadi alternatif pilihan. Memperhatikan kelima band yang terlibat, seperti; Nicfit, Monkey To Millionaire, Barbars, Neowax, Hahawall, kenapa mereka harus tampil? Terlepas dari wewenang Ronal Surapradja dan kawan-kawannya. Pertama perhatian mengenai musik ‘Rock’ kelima band tersebut ada dalam ranah tersebut, tidak perlu definisi yang lebih dalam, band-band tersebut dibiarkan bebas dalam berkarya, bisa menjadi mengkerucut dan eksklusif atau sangat sempit jika mengharuskan ada dalam satu kategori. Kedua, jejak karier kemunculan, dan pengalaman bermusik kelima band menjadi penanda, seakan-akan rooftopsoundrecs memberikan tanda waktu, ini adalah; “Past-Present-Future” yang terekam dan tertata dalam sebuah kompilasi sekaligus membuktikan konsistensi band/musisi dalam berkarya yang termasuk dalam kerangka tersebut. Ketiga, merambah berbagai wilayah pengalaman dan realitas, perubahan-perubahan yang sangat signifikan sebagai situasi lebih bisa menggambarkan keadaan iklim kreatif musik yang lain, tidak membicarakan lagi sebuah trend tau sebagai budaya populer. 

Perihal ketiga momen itu pula yang mengingatkan dan membentuk kesadaran sebuah “genre” sebenarnya hanya terbentuk dari sebuah pemahaman, pengalaman sesungguhnya adalah sebagai momen sebuah kesadaran, pergerakan yang dilakukan rooftopsoundrecs bersama “Other Things” 

Kalian masih memerlukan penampakan kucel, dan berharga mati? 

Selamat menikmati.

Advertisements